A g e n d a /FIB Unilak
  STATISTIK /FIB Unilak
  • Dikunjungi oleh : 359415 user
  • IP address : 54.92.148.165
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • Praktikum Budaya, FIB Unilak Gali Potensi Lokal di Desa Pengalihan
Praktikum Budaya, FIB Unilak Gali Potensi Lokal di Desa Pengalihan

Rabu,26 April 2017

FIB Unilak melaksanakan program Praktikum Budaya Melayu di Desa Pengalihan Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi pada 20-23 April 2017. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini sengaja dipusatkan di desa Pengalihan karena masih banyak potensi seni budaya Melayu yang belum tergali di sana.

Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unilak, Hermansyah. Katanya, kekayaan seni tradisi di Riau ini bagaikan tiada habis untuk digali. Setelah tahun lalu, difokuskan kegiatan di Rupat Utara, tahun 2017 ini sengaja dipilih di Desa Pengalihan. “Karena memang, diketahui, ada banyak khazanah seni tradisi yang belum tergali di desa ini,” jelas Hermansyah.

Praktikum budaya FIB Unilak ini melibatkan ratusan mahasiswa dan mahasiswi serta dosen yagn ada di masing-masing jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Unilak. Rangkaian kegiatan yang digelar, sejak kedatangan sampailah penutupan, membuktikan bahwa di desa Pengalihan memang banyak sekali khazanah seni tradisi.

Hal itu disampaikan Ketua Jurusan Sastra Melayu, Juswandi. Dijelaskannya beragam kegiatan yang diselenggarakan juga melibatkan langsung para pelaku seni tradisi yang ada seperti Sasombahan, yaitu acara pembuka atau sambutan kedatangan rombongan sebelum menikmati juadah yang telah tersedia oleh masyarakat desa Pengalihan.

Digelar juga sebuah ritual Togak Belian setelahnya. Sebuah ritual yang biasa disebut berobat godang. Pada siangnya, dilaksanakan perlombaan permainan seluncur, permaian lomba pacu menggunakan pelepah enau. Dalam kesempatan itu juga, salah seorang tokoh masyarakat, Mamak Nurlit menjelaskan tentang sejarah Kenegerian Koto Rajo di hadapan rombongan FIB Unilak.

Ditampilkan juga tradisi silat yakni silat Losiu dan silat Muncak.  Seiring dengan itu, digelar pula Rarak Tatawak atau Rarak Godang. Kemudian, yang tak kalah menariknya digelar persembahan Randai Pengalihan yang berjudul “Gara-gara Mertua, Anak Jadi Janda”.

Rangkaian program  lain yang diselenggarakan oleh FIB unilak diantaranya seminar dan juga sosialisasi informasi budaya Melayu kepada masyarakat. Dalam hal ini dibagi tiga titik, diantaranya SMA Negeri 1 Basrah, UPTD Pendidikan Kecamatan Kuatan Hilir Seberang dan Kantor Camat Kuantan Hilir Seberang.

Disampaikan pula oleh Ketua Jurusan Sastra Inggris, Moh Fauzi, dalam seminar yang digelar di SMA 1 Basrah, diberikan pemahaman terkait dengan kesadaran belajar bahasa Inggris untuk pemanfaatan kepariwisataan. Hal itu sangat penting, karena Tambah Fauzi, penyelamatan warisan budaya tidak terlepas dari persoalan bahasa yang tentu saja harus dikuasai oleh masyarakat tempatan terutama bahasa asing, guna melayani apabila ada tamu dari luar negeri yang datang bertandang. “Selain itu juga, adalah kesadaran dan peran serta masyarakat setempat akan potensi kepariwisataan yang dimiliki,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Wakil Dekan II, Evizariza yang turut hadir menyampaikan hal yang senada. Bahwa Desa Pengalihan memang sangat kaya dengan kesenian tradisi dan juga potensi kepariwisataan. Tinggal lagi, bagaimana kerjasama antara pemerintah setempat dan masyarakat membangun kesadaran untuk memajukannya secara bersama-sama. “Masyarakat sadar dan pemerintah menyediakan fasilitas yang diperlukan,” jelasnya.