A g e n d a /FIB Unilak
  STATISTIK /FIB Unilak
  • Dikunjungi oleh : 262109 user
  • IP address : 54.227.127.109
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • Dekan FIB Unilak Baca Puisi di PPN IX
Dekan FIB Unilak Baca Puisi di PPN IX

Jumat,23 Desember 2016

 

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unilak, Hermansyah turut hadir di acara Pertemuan Penyair Nusantra ke-IX di Tanjung Pinang. Helat yang digelar selama empat hari itu (15-18 Desember) menghadirkan puluhan penyair yang ada di nusantara ini.

Berbagai rangkaian kegiatan yang digelar, mulai dari seminar, ziarah sastra ke Pulau Penyengat, parade baca puisi dan lain-lainnya. Tentu saja, acara tersebut merupakan pertemuan penyair nusantara yang ke VIII di Pattani, Thailand tahun 2015. Selain para penyair Indonesia, PPN IX juga dihadiri para penyair dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina dan Thailand. Para penyair dari delapan negara itu berkumpul, berbincang karya dan menampilkan karya-karya pada panggung terbuka di hadapan masyarakat awam.

Serangkaian agenda lainnya adalah bedah buku Biografi Chairil Anwar yang ditulis Hasan Aspahani. Ada juga diskusi panel lintas negara yang mendatangkan narasumber hebat dan mumpuni. Ada 4 pembicara didatangkan dari luar negeri, sementara Indonesia menyiapkan amunisi narasumber Rida K Liamsi, Maman S Mahayana, dan beberapa penyair maupun sastrawan andal lainnya.

Hermansyah menyebutkan, kehadirannya di acara tersebut sebagai tim peninjau sekaligus membacakan sajak. Selain itu, pada malam penutupan, Hermansyah kembali didaulat untuk membacakan sajak bersama rekan penyair lainnya, Tyas AG dan Husnizar Hood. Mereka bertiga bernostalgia dalam kemasan tampilan yang mereka sebut dengan Taman Para Lanun.

“Jelas ajang ini menjadi ajang silaturahmi bagi para penyair di nusantara ini. Selain itu tentu juga dapat saling bertukar informasi sastra dan kepenyairan. Penting sekali diselenggarakan, mengingat sastra dan perkembangannya sejalan dengan geliat yang dilakukan oleh penyair itu sendiri, baik dalam bentuk ciptaan karya maupun diskusi,” jelas Hermansyah.