A g e n d a /FIB Unilak
  STATISTIK /FIB Unilak
  • Dikunjungi oleh : 256915 user
  • IP address : 54.225.16.10
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • FIB Unilak Bekerjasama LAM RIau Taja Kuliah Umum "Mengenang Tenas Effendy"
FIB Unilak Bekerjasama LAM RIau Taja Kuliah Umum "Mengenang Tenas Effendy"

Jumat,26 Februari 2016

 

FIIIB Unilak bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menaja helat Mengenang Tenas Effendy. Berbagai rangkaian acara yang digelar lebih kurang sebulan itu salah satu diantaranya adalah seminar ke kampus-kampus yang ada di Riau.

 

Seminar yang dikemas dalam Kuliah Umum di Fakultas Ilmu Budaya Unilak Sealsa (23/2) itu menghadirkan seniman budayawan Riau, Taufik Ikram Jamil sebagai pensyarah. Pembantu Rektor 1, Dr Junaidi yang membuka acara mengatakan, kuliah umum yang ditaja merupakan rangkaian dari helat Haul Tenas Effendy yang digagas oleh Lembaga Adat Melayu Riau bersama dengan instansi terkait lainnya termasuk Fakultas Ilmu Budaya Unilak. “Sosok almarhum Tenas Effendy, dengan karya-karya yang dihasilkannya semasa hidup merupakan warisan yang patut kita pelajari, pahami serta dikaji terutama oleh para mahasiswa dan akademisi. Karena nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung didalamnya mencerminkan perjuangan dan kecintaanya terhadap khazanah dunia Melayu,” tutup mantan Dekan FIB Unilak itu.

 

Almarhum Tenas Effendy disebutkan Taufik Ikram Jamil sebagai penyampai pesan lewat karya-karya yang telah dihasilkan. Pesan yang dimaksudkan TIJ sapaan akrab seniman budayawan asal Riau itu dikemas untuk kepentingan dulu, kini dan masa datang. Oleh karena itu, dalam Kuliah Umum yang bertemakan Mengenang Tenas Effendy itu, TIJ memaparkan kertas kerjanya berjudul “Kontekstual Melayu, Komunikasi Politik Tenas Effendy”.

 

Dalam penyampaiannya di hadapan mahasiswa FIB Unilak itu juga, TIJ menekankan pada salah satu karya almarhum tenas Effendy yaitu Buku Tunjuk Ajar Melayu.  Disebutkannya, di dalam Buku tersebut, bila dianalisa dengan komunikasi politik, betapa menunjukkan bahwa almarhum menyampaikan banyak hal terkait dengan politik dan kepempimpinan.

 

“Salah satu pesan itu adalah berkaitan dengan politik.  Dengan pemahaman bahwa politik adalah usaha  menggapai kehidupan  yang baik sesuai dengan pendapat Miriam Budiardjo. Nah, sejalan dengan hakikat politik yang  diterangkan Ramlan Surbakti sebagai suatu kerja sama warga untuk mencapai kebaikan bersama,” ujar Sastrawan asal Riau itu.

 

Lebih jauh disebutkan TIJ, Pesan Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy juga dilandasi oleh kebudayaan Melayu yang sebagaimana banyak pengalaman budaya lain, bahkan sejarah sastra sendiri,  didominasi oleh politik. Maka muncullah istilah budaya politik yang merupakan sikap individu terhadap peranan yang dapat dimainkan dalam sistem politik.

 

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Al Azhar, Dekan FIB Terpilih, Hermansyah alias Herman Rante, beserta jajaran dosen FIB Unilak lainnya.