A g e n d a /FIB Unilak
  STATISTIK /FIB Unilak
  • Dikunjungi oleh : 237811 user
  • IP address : 54.198.0.187
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • Teguk Semangat Kartini Dalam Puisi
Teguk Semangat Kartini Dalam Puisi

Rabu,29 April 2015

Untuk memeriahkan hari Kartini, sejumlah penyair perempuan Riau menggelar baca puisi Selasa malam (21/4) di Gerbang Purna MTQ Pekanbaru. Di samping penyair, kegiatan pembacaan puisi tersebut terbuka juga kepada siapa saja penonton yang hadir pada malam itu. 

Kunni Marohanti selaku penggagas menyebutkan, peringatan Hari Kartini dilaksanakan untuk tetap mengingat betapa besar dan bermanfaatnya pemikiran-pemikiran Kartini. Keseriusan berjuang dalam mewujudkan mimpi besar untuk kaumnya itu merupakan api semangat yang harus dijaga dan ditiru oleh perempuan Indonesia, khususnya Riau, khususnya lagi untuk para penyair perempuan Riau.

''Semangat Kartini itu yang harus kita ingat dan jaga terus. Kadang kita perempuan ini terlalu banyak yang harus dijaga sehingga banyak penyair perempuan Riau yang jejaknya tak terlihat lagi, karyanya tidak pernah muncul lagi. Apalagi setelah berkeluarga. Kemana semangat itu? Semangatlah yang mewujudkan mimpi besar dan apa mau kita menjadi nyata. Peringatan Hari Kartini ini sekedar mengingatkan dan mengajak perempuan Riau, khususnya penyair perempuan untuk terus melahirkan karya-karyanya,'' kata Kunni malam itu.

Tak ayal lagi, tempat yang menjadi pusat perhatian masyarakat Pekanbaru untuk bersantai sambil menikmati berbagai jualan makanan itu menjadi ramai. Penyair-penyair perempuan yang hadir membacakan puisinya seara bergantian. Tampak seolah semangat yang dapat direguk dari sosok pejuang perempuan itu mengalir dalam bait-bait puisi DM Ningsih,Cahaya Buah Hati, Cikie Wahab dan Alvi Puspita.

Tak ketinggalan hadir, berbagai komunitas dan tamu undangan lainnya yang turut membacakan puisi. Hadir juga Amelia Kartika penyair muda dari Padang, Bie Kibo dkk, Gedoy dkk dengan musikalisasi puisinya, Komunitas Seni Rumah Sunting, Komintas Malam Puisi Pekanbaru dan lain-lain.

''Acara ini hasil dari ajakan salah seorang penyair perempuan Riau, Kunni. Ketika mendapat telpon dari beliau, langsung saya iyakan. Setidaknya bagi saya, motifasi atas figur itu perlu terutama untuk tetap memberikan semangat kita pada hari ini untuk terus berkarya. '' kata salah penyair perempuan Riau, DM Ningsih.

sumber: Riau Pos