A g e n d a /FIB Unilak
  STATISTIK /FIB Unilak
  • Dikunjungi oleh : 359442 user
  • IP address : 54.92.148.165
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • Membangkitkan Kewibawaan Melayu
Membangkitkan Kewibawaan Melayu

Minggu,12 April 2015

Kunjungan atau lawatan 12 guru kanan Bahasa Melayu dari Singapura ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dalam program Penyerapan Guru tahun 2015 dimulai pada Kamis, (19/3) dinilai Ketua Harian LAM Riau, Al Azhar sebagai sebuah upaya untuk membangkitkan kewibawaan Melayu itu sendiri yang tentu saja diperlukan kerja sama dan saling bahu membahu antara rumpun Melayu untuk merealisasikannya.

Hal itu menjadi sebuah pembelajaran karena betapa kemudian negeri Riau ini menjadi tempat rujukan untuk memperoleh informasi tentang keMelayuan.

Tetapi kata Al Azhar hal ini menjadi miris jika dilihat kenyataan hari ini di Riau. Karena di Riau sendiri, entah sudah sejauh mana upaya bersama dalam hal mengenalkan nilai-nilai keMelayuan itu sendiri dalam dunia pendidikan.

Masalah esetetika Melayu dinilai Al Azhar sudah tidak dapat dipungkiri keberadaannya dari ragam kerya seni yang sampai hari ini konsisten dihasilkan seniman-seniman Riau tetapi masalah etis dan nilai-nilai Melayu justru menunjukkan kerapuhan. “Pembelajaran Muatan lokal di sekolah misalnya. Hampir tidak menyentuh pada wilayah etis dan nilai-nilai keMelayuan itu. Disinilah saya kira perlu kita duduk semeja untuk merumuskannnya,” ucap Al Azhar.

Sementara itu, Pengarah Pusat Bahasa Melayu Singapura, Encik Mohamed Noh Daipi menyebutkan program yang dilaksanakan dinilai penting untuk mengukuhkan dan mendalami pemahaman akan nilai-nilai jati diri Melayu dalam kontek Melayu serumpun. “Selain daripada itu, tentu program ini untuk meningkatkan keupayaan guru-guru kita dalam mendalami nilai-nilai Melayu baik dari adat, sastra, bahasa, seni budaya. Kemudian, guru-guru yang dibekali ini dapat pula berkongsi kepada guru yang lainnya di Singapura untuk diberi pemahan pula kepada murid-murid,” jelas Mohamed Noh Daipi.