A g e n d a /FIB Unilak
  STATISTIK /FIB Unilak
  • Dikunjungi oleh : 364897 user
  • IP address : 100.24.209.47
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • FIB Unilak Ujung Tombak Pengembangan Budaya Melayu
FIB Unilak Ujung Tombak Pengembangan Budaya Melayu

Rabu,25 Februari 2015

Kehadiran Universitas Lancang Kuning (Unilak) sejak tahun 1982, merupakan upaya Pemerintah Riau menjaga dan menjunjung kebudayaan Melayu. Untuk itulah, di perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Raja Ali Haji ini, berdiri Fakultas Ilmu Budaya (sebelumnya Fakultas Sastra) sebagai ‘unjung tombak’ mengaktualkan nilai-nilai budaya Melayu.

Dalam memadupadankan Visi dan Misi Unilak yang berpijak pada budaya Melayu, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unilak mencoba merangkai kekuatan para alumni mewujudkan keinginan tersebut. Hal itu disampaikan olek Ketua IKA Unilak, Dwi Agus Sumarno, di sela pelantikan Pengurus IKA Unilak di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Sabtu (14/2/2015).

“Kita punya Fakultas Ilmu Budaya yang bisa dihandalkan untuk menjaga nilai-nilai budaya Melayu. Masih banyak nilai-nilai budaya Melayu yang belum terangkat dipermukaan, dan inilah tugas alumni untuk menggesa dan bekerja sama mewujudkan keinginan tersebut,” ujar Dwi Agus Sumarno yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Acara pelantikan IKA Unilak masa bakti 2014-2018 dihadiri Plt Gubernur Riau, H. Arsyadjuliandi Rachman, Rektor Unilak Prof. Syafrani, M.Si dan civitas akademika Unilak.

Dalam kesempatan itu, Andi Rachman, sapaan akrab Plt Gubernur Riau, berharap Unilak untuk tetap fokus mengurus budaya Melayu.

“Saya berharap Unilak tetap fokus menjaga budaya Melayu. Masalah ekonomi, Riau sudah sangat diperhitungkan. Di Sumatera ini, tingkat ekonomi Riau berada di urutan pertama,” ujar Andi Rachman.

Andi Rachman menambahkan, bahwa Unilak dengan memiliki Fakultas Ilmu Budaya mempunyai potensi yang besar mengembangkan dan menjaga budaya Melayu. Visi Riau 2020, kata Andi, menjadi kekuatan untuk membangun budaya di bumi Lancang Kuning ini. Untuk itulah, tambah Andi, Pemerintah Provinsi Riau menggesa untuk membentuk Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri.

Sumber: riaukepri.com